Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220 - MalesMikir.com

Breaking

BANNER 728X90

13 March 2018

Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220

Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220


Hallo bro, balik lagi kali ini saya mau sedikit review produk dari TP-LINK, yaitu Pharos CPE220.. Mainan baru dari kantor saya.. 😄

Jadi ceritanya nih ada satu tempat yang mau dihubungkan dengan koneksi internet yang ada di kantor saya. Untuk jaraknya lebih kurang 250 meter.


Kebetulan perangkat jaringan outdoor yang dikirim dari kantor pusat adalah TP-LINK Pharos CPE220 sebanyak 1 unit. Untuk spesifikasi lengkapnya bisa kamu lihat melalui website resminya.

Kelengkapan dari box-nya itu tidak berlalu banyak.. hanya terdiri dari : 1 buah CPE220, PoE + kabel power, 2 buah kabel ties, dan juga beberapa buku manual berbagai bahasa. Jadi untuk kabel LAN-nya tidak disediakan dalam satu paketannya. Jadi untuk pen-settingan awal kita harus bikin kabel LAN jenis stright sebanyak 2 buah. Kabel pertama : PoE > CPE220. Kabel kedua : PoE > PC kita.

Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220

Radio outdoor ini memiliki antena internel dengan kekuatan 12dbi dan bisa memancarkan frekuensi 2.4GHz. Sebenarnya ada triknya juga untuk meningkatkan dbi-nya, yaitu kita bisa merubah "Region" menjadi "Test_mode" dengan Max dbi-nya sebesar 31dbi.. Karena kalau kita setting region nya menjadi Indonesia maka max dbi-nya cuma 12dbi. 😁

Untuk jangkauan yang bisa didapat dari alat ini menurut website resminya yaitu 13Km+, itu juga dengan kondisi yang mendukung. Seperti, bebas halangan dari pohon-pohon dan gedung, dengan kata lain area harus clear..

Berhubung lokasi di tempat saya banyak sekali pohon-pohon besar, maka titik terbaik yang bisa saya pasang seperti pada gambar diatas.. dengan ketinggian radio lebih kurang 3 meter.

Mode operasi TP-LINK Pharos CPE220 ini ada 6 mode. Yaitu : Access Point, Client, Repeater, Bridge, AP Router, dan AP Client Router.

Access Point

Mode Access Point berfungsi untuk mengubah jaringan kabel menjadi jaringan nirkabel, dengan kondisi DHCP Disable. Dengan kata lain jika ada perangkat yg tersambung ke Pharos CPE yang telah di atur sebagai Access Point ini, maka perangkat tersebut akan diberikan IP oleh modem sumber, bukan dari Pharos CPE.

Client

Dengan Mode Client ini kita bisa menambahkan perangkat ini dengan tambahan perangkat lainnya, seperti router. Dan Pharos CPE nya akan bekerja seperti wireless adapter untuk menerima sinyal wireless dari jaringan wifi.

Repeater

Mode Repeater ini berfungsi untuk mengekstend sinyal di blind spot. Jadi jika di tempat agan jangkauan sinyal nya kurang sip, setting aj Pharos CPE nya ke repeater agar perangkat Pharos CPE ini dapat mengekstend kembali sinyal wireless.

Bridge

Mode Bridge ini berfungsi untuk menangkap sinyal wireless yg ada lalu disebarkan kembali secara wireless dengan nama yg berbeda dgn wifi yg diitangkap. IP akan di berikan dari modem wifi yg ditangkap sinyal wirelessnya/modem sumber. (DHCP Disabled)

AP Router

Mode AP Router berfungsi seperti router pada umumnya. Jadi port LAN yg ada di passive PoE berubah menjadi port WAN. Jadi jika ingin tersambung ke perangkat ini hanya bisa melalui wifi saja.

AP Client Router

Mode AP Client Router(WISP) hampir sama dengan mode bridge. Jadi perangkat akan mencari wifi yg ingin disambungkan, dan agan/sist jg bsa membuat wifi dengan nama yg berbeda. Beda ny dgn Mode Bridge adalah perangkat Pharos CPE ini lah yg akan memberikan IP ke perangkat lainnya. (DHCP Enable)

Nah, untuk kasus saya dalam pemasangan jaringan ke lokasi tujuan, saya setting menggunakan mode Access Point. Untuk jarak kira-kira 250 meter, cukup memuaskan dengan sinyal full bar.. Mungkin untuk jangkauan 1 Km masih oke signal-nya..

Oh iya, untuk settingan default nya ketika kita mau login untuk konfigurasi, bisa kita akses melalui web browser dengan ip address default : 192.168.0.254. Untuk username dan password defaultnya adalah admin.

TP-LINK Pharos CPE220 memiliki fitur MAXtream, inilah yang membedakan Pharos dengan perangkat jaringan outdoor yang lain. Dengan fitur MAXtream kita bisa memaksimalkan throughput. Throughput akan berkurang jika semakin banyak yang terhubung dengan perangkat outdoor. Berbeda dengan MAXtream yg tetap bisa memberikan throughput yg stabil.

Tetapi untuk fitur dari MAXtream ini hanya akan berfungsi jika perangkat Client nya juga perangkat tipe Pharos juga bro. Jadi perangkat seperti HP, laptop, ataupun perangkat wireless lainnya tidak akan dapat tersambung ke perangkat Pharos.

Untuk bentuk fisik sangat ringkas banget, tidak ada kendala dalam pemasangannya. Terlihat safety juga untuk port yang ada di perangkatnya karena disediakan juga penutup untuk melindungi port dari air.

Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220

Kita juga bisa pasang grounding untuk mencegah sambaran petir yang bisa merusak perangkat. Maksudnya itu untuk mencegah aliran listrik yang naik secara tiba-tiba ketika hujan yang bisa menyebabkan kerusakan perangkat, bukan berarti petir dari atas menyambar langsung perangkat loh ya. 😂

Tombol hard-reset sendiri berada di dalam lubang yang kecil. Kita juga tidak perlu menurunkan perangkat yang sudah berada di atas tiang untuk melakukan reset. Pharos CPE220 bisa kita reset (soft-reset) melalui aplikasi web-nya kok bro.

Untuk aplikasi web-nya juga sangat sederhana dan bisa dipahami.. Apalagi bagi yang sudah paham mengenai dasar-dasar pen-settingan jaringan. Terdapat Quick Setup Wizard yang membantu kita dalam konfigurasi.. Jadi ketika melakukan konfigurasi kita tidak perlu loncat sana loncat sini yang bikin kita pusing dalam meng-konfigurasi.

Review RadioLink / WiFi Outdoor TP-LINK Pharos CPE220

Menurut pendapat saya TP-LINK Pharos CPE220 ini sangat saya rekomendasi untuk kamu yang ingin membangun jaringan wireless jarak jauh.. Baik itu point to point atau pasang hotspot dengan jangkauan luas.. Atau di daerah kamu ada wifi.id.. Kamu bisa gunakan perangkat ini untuk tembak jaringan ke wifi.id inceran kamu. 😀 Disamping karena jangkauan jaraknya cukup jauh (note : clear area), untuk harga juga sangat terjangkau menurut saya, harga kisaran 500-600 ribuan sudah bisa kamu miliki.. 😄

Cukup sekian deh untuk review singkat saya tentang perangkat jaringan outdoor TP-LINK CPE220.. Thanks.. Sudah mau meluangkan waktu untuk baca..😀

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada postingan ini. Yang posting link akan saya hapus. :D